Ketua DPR Minta Warga Tak Ceroboh Pilih Kepala Daerah

https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 25 337 1913803 ketua-dpr-minta-warga-tak-ceroboh-pilih-kepala-daerah-u0ION7Mxg5.jpg

JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan masyarakat untuk cermat dalam menentukan pilihan kepala daerah. Di mana, lusa atau 27 Juni 2018 digelar Pilkada serentak di 171 daerah.
“Maka, warga pemilih pun hendaknya menggunakan hak pilih dengan bijaksana, berpijak pada independensi, pikiran jernih serta penilaian objektif terhadap setiap pasangan kandidat calon kepala daerah,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet itu kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (25/6/2018).
Dari 171 daerah, yang akan dipilih terdiri dari 17 gubernur, 39 wali kota dan 115 bupati diharapkan bisa menghadirkan abdi masyarakat yang punya kompetensi sebagai pemimpin daerah. Kemudian, sambungnya, paham manajemen birokrasi, visioner, bersih serta jujur dan mau menanggalkan kepentingan pribadi serta kelompok demi semata-mata memprioritaskan kepentingan warga.
Ilustrasi Pilkada
Bamsoet menekankan, agar para pemilih mengutamakan rasionalitas, karena esensi pilkada adalah memilih pemimpin daerah yang mau melayani dan bukan dilayani. Selain itu, harus mengayomi semua elemen masyarakat dan paling tahu yang dibutuhkan daerah dan warganya.
“Pilih kandidat yang mau bekerja keras dan ulet mencari jalan keluar atas setiap permasalahan daerah. Pilih pemimpin yang tampil dengan rencana-rencana yang realistis dan tidak menggerogoti APBD," ujarnya.
Di masa tenang 24-26 Juni, ujar Bamsoet, para pemilih harus bisa memanfaatkannya untuk memantapkan pilihan kepala daerah. Menurutnya, berpikir jernih dan objektif dalam menilai sosok calon pemimpin daerah menjadi sangat penting guna menghindari kesalahan memilih.
Legislator Golkar itu menilai, hal yang bisa dijadikan sebagai gambaran sederhana adalah banyaknya kepala daerah yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fakta tersebut mesti menjadi perhatian pemilih di 171 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada.
“Kalau belasan atau puluhan daerah pernah ceroboh memilih kepala daerah maka 171 daerah yang melaksanakan pilkada serentak pada Rabu nanti diharapkan bisa belajar dari kecerobohan itu, dan tentu saja berkomitmen tidak melakukan kesalahan yang sama,” katanya.
Ilustrasi Pilkada